Semakin Menjadi!!! Kampus Benteng dan Pelopor Pancasila

Kampus Benteng dan Pelopor Pancasila

NIM : K2519067
Nama : Muhammad Zaenul Muttaqin
Program Studi Pendidikan Teknik Mesin

A. Pendahuluan

Pancasila merupakan kepribadian dan jiwa bangsa Indonesia. Layaknya seorang insan, Bangsa Indonesia juga harus mempunyai kepribadian yang tangguh serta jiwa yang benar-benar Indonesia. Dengan kekhasan yang ada pada diri bangsa Indonesia akan menjadi jati diri Indonesia yang sesungguhnya. Jati diri ini telah ada dan lahir bersamaan dengan terbentuknya bangsa Indonesia, yaitu pada zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. 
Bangsa dan rakyat yang ada di dalam Indonesia adalah satu dan berbeda dengan yang lainnya. Menurut teori Von Savigny, Setiap bangsa mempunyai jiwanya masing-masing yang disebut dengan VolkGeist yang berarti Jiwa bangsa atau Jiwa rakyat.
Prof. Mr. A. G. Pringgodigdo dalam tulisannya berjudul Pancasila, menyebutkan bahwa pancasila telah ada sejak adanya bangsa Indonesia dan berkembang pada masa kerajaan. walau istilah pancasila itu sendiri baru lahir pada 1 Juni 1945.
Dalam fakta sejarah telah teruji kesaktian Pancasila, DI/TII sebagai kelompok ekstrim kanan dan G30S/PKI yang hendak membawa bangsa Indonesia terlalu ke kiri telah tergagalkan dan kembalilah lagi Indonesia yang berlandaskan Pancasila ini. Pilihan untuk bersikap moderat atau berarti berada di tengah-tengah merupakan hal yang semestinya dilakukan.
Melihat fakta tersebut Universitas Sebelas Maret pada 1 Oktober 2018 mencanangkan Universitas "Benteng dan Pelopor Pancasila", seperti yang disampaikan oleh Prof.Dr. Jamal Wiwiho dalam upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila,
"Rongrongan DI/TII dan G30S/PKI membangun kesadaran bahwa Pancasila sulit digoyahkan oleh kelompok apapun, karena nilai-nilai yang terkandung di dalam ideologi itu sudah mengakar pada kehidupan masyarakat bangsa Indonesia. Melalui refleksi itu maka pada 1 Oktober 2018, UNS mencanangkan universitas `benteng dan pelopor Pancasila`. Pencanangan itu wujud dari keinginan kita semua melestarikan nilai, sekaligus sebagai lingkungan yang memajukan universitas bereputasi nasional dan internasional,”(1/10/2019).

B. Tujuan

Kampus Benteng dan Pelopor Pancasila bertujuan untuk mengamplikasikan atau mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan seluruh civitas akademka Universitas Sebelas Maret.

C. Pembahasan

Univesitas Sebelas Maret merupakan  kampus Benteng dan Pelopor Pancasila. Sebagai wujud dari hal tersebut, UNS menyelenggarakan Upacara Peringatan HUT RI, Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, dan Peringatan Nasional lainnya. Selain hal tersebut, UNS berupaya secara nyata yakni mendirikan Pusat Studi Pengamalan Pancasila yang bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.
Pusat Studi Pengamalan Pancasila diresmikan pada tanggal 9 Agustus 2019 di Ruang Sidang 2 Gedung dr. Prakosa. Peresmian ditandai dengan ditandatanganinya nota kesepahaman bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Prof Ravik Karsidi selaku rektor UNS pada saat itu dan Hariyono dari pihak BPIP sebagai Plt. Kepala BPIP, menandatangani nota kesepahaman tersebut.
Profesor Ravik Karsidi menyampaikan bahwa adanya Pusat Studi Pengamalan Pancasila bertujuan menjadi penggerak pengamalan Pancasila dalam kehidupan Kampus maupun masyarakat. Karena mahasiswa merupakan orang yang berpendidikan tinggi dan pikirannya ditunggu oleh masyarakat luas, diharapkan bisa menjadi contoh dan sebagai wujud upaya penangkalan paham radikalisme dan anti pancasila.
“Mengapa kami membentuk Pusat Studi Pengamalan Pancasila? Bukan Pancasila saja, secara khusus kami menyadari Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia, sudah dilakukan. Tetapi dari sisi Pengamalan atau tindakan, menurut kami masih perlu banyak contoh masyarakat bagaimana mengamalkan Pancasila itu,” kata Profesor Ravik.
Setelah bergantinya kepemimpinan kampus dengan rektor yang baru pun, Rektor UNS terus menggemakan UNS sebagai Kampus Benteng dan Pelopor Pancasila. Seperti dalam Upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila, Rektor menyampaikan bahwa Pancasila adalah rumah kita semua. Dalam sambutannya itu, “Sebagaimana yang sudah kita ketahui semua bahwa kondisi geografis yang memposisikan wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan hendaknya makin memperkokoh konsep dan keyakinan akan tanah air Indonesia,” ujar Prof Jamal, Sabtu (1/6/2019) pagi.
Mewujudkan pancasila sebagai rumah kita berarti menerima segala yanga ada dalam bangsa kita. menerima keberagaman yang Bhineka Tunggal ika. Universitas Sebelas Maret memang pada awalnya kampus yang menunjukkan sebagai kampus Bhineka Tunggal Ika. Hal ini ditunjukkan dengan adanya lima Rumah Ibadah bagi semua agama yang resmi ada di Indonesia. Pembangunan yang terakhir rampung yakni pembangunan kelenteng yang dimulai pada 24 Januari 2019.
Berikut daftar rumah ibadah yang ada di Kampus UNS yang merupakan bentuk nyata sebagai kampus benteng dan pelopor pancasila.
  1. Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret, sebagai pusat kegiatan umat islam
  2. Gereja Kampus UNS, sebagai tempat ibadah umat kristen
  3. Pura Bhuana Agung Saraswati, fasilitas untuk civitas akademika yang beragama Hindu
  4. Vihara Bodhisasana, fasilitas untuk civitas akademika yang beragama Budha
  5. Kelenteng Ming De Miao, Fasilitas untuk civitas akademika beragama Khonghucu
Penulis mengharapkan bahwa penerapan Kampus Benteng dan Pelopor pancasila bukan hanya menyelenggarakan kegiatan yang tidak berkelanjutan. Semoga kampus mengidentifikasi dan mencekal kegiatan kampus yang berindikasikan radikalisme dan anti pancasila untuk berkegiatan dan berkembang di dalam kampus, serta merata sampai pada kampus-kampus cabang.

D. Kesimpulan

Kampus Benteng dan Pelopor Pancasila merupakan salah  satu tagline Universitas Sebelas Maret yang merupakan bentuk dari upaya mengantisipasi berkembangnya paham radikalisme dan anti pancasila.



Daftar Fakultas yang ada di Universitas Sebelas Maret


Komentar